inimahizalopik

Saalam Sahabat Inimahizalopoik

Sumber Tasawuf, Syahadat, dan Implikasinya dalam.pemaknaan terhadap realitas ?

 


Hallo Kawan-kawan ku, apa kabar nih ? Mudah-mudahan kawan-kawan selalu dalam keadaan sehat walafiat yah. Kembali lagi di blog nya Inimahizalopik pada kesempatan kali ini Aku mau memberikan informasi yang tidak kalah menarik dari sebelumnya yang tentunya insyaallah bermanfaat , jadi pada Aku mau bahas Mengenai Artikel Jurnal dan nanti kawan-kawan harus kepoin ya . Jangan lupa Literasi ya.

·       Nama Artikel Jurnal : Sumber Tasawuf, Syahadat, dan Implikasinya dalam.pemaknaan terhadap realitas

·       Nama penulis: Abdul Wachid Bambang Suharto

·       Asal Institusi : Institut Agama Islam Negeri Purwokerto

·       Nama Publikasi: Dialektika

·       Volume: Vol.8

·       Number: No.1

·       Tahun: 2021

·       Halaman: 2- 14

·       DOI: https://doi.org/10.15408/ess.v11i1.19155

·       URL: http://journal.uinjkt.ac.id/index.php/esensi/article/view/19155

·       Termasuk kategori : Sinta 3

·       P-ISSN: 2407-50X

·       E-ISSN: 2502- 5201



Aku ceritakan sedikit mengenai pembahasan pada jurnal di atas jadi sesungguhnya perbedaan pemahaman antara pandangan umum Islam dan persepektif sufi tidaklah terletak dalam prinsip-prinsip nya , melainkan dalam aplikasi dari prinsip-prinsip itu berdasarkan kesadaran diri tertentu. Kaum sufi menganggap bahwa orang tidak cukup hany sekedar beriman dan patuh pada syariat apabila mereka memang mempunyai kapasitas untuk memperdalam pemahaman mereka, mensucikan hati dan mengamalkan ihsan sebab untuk mencapai kesempurnaan manusia , tindakan mengikuti orang lain dan mematuhi agama secara buta tidaklah memadai. Sebaliknya, orang mesti mencapai kesadaran menyeluruh tentang prinsip-prinsip dan spirit yang membangkitkan dan menghidupkan agama, orang mesti menyadari yang mahahakiki itu sendiri.

Dengan begitu dalam pandangan tasawuf, syahadat menjadi ungkapan konkret tentang realitas absolut Allah. Namun demikian senada diungkapkan William C.Chittick, bimbingan Syarif tetap memiliki fungsi tetapi kaum sufi menerimanya bukan karena mereka merasa harus demikian, melainkan karena kemungkinan manusia berbuat sesuai dengan kebenaran Wahyu Dan menghindari kesalahan dan dosa.

Bagaimana kawan-kawan penasaran kan dengan isi pembahasannya langsung kepoin dan mualai membaca .

 Salam Literasi !!

 


Posting Komentar

17 Komentar

  1. wawww keren bangettt, sangat informatif

    BalasHapus
  2. Wah jadi enak belajar ilmu tasawuf

    BalasHapus
  3. Informasi yang sangat bermanfaat loh ini!!

    BalasHapus
  4. informasi yang dijelaskan singkat padat dan jelas, mantappp

    BalasHapus
  5. wiii thanks zal buat sharing artikel ttg ilmu tasawuf inii, bermanfaat sekali artikelnya

    BalasHapus
  6. selalu menarik ya pembahasannya, thanks zall informasinya!!

    BalasHapus
  7. Mantap mas ijal, sangat bermanfaat infonya

    BalasHapus
  8. Baguus artikelnya jadi nambah bahan bacaan deh buat tugas nanti.

    BalasHapus
  9. artikel nya kerenn yaa bisa menambah wawasan bagi para pembaca nyaa, thanks jal

    BalasHapus
  10. Setuju banget, karena dengan mematuhi syariat dan mengamalkannya saja belum cukup untuk dikatakan tasawuf. Karena kita harus mensucikan jiwa kita dengan berdamai dengan diri sendiri dan membangun lahir dan batin untuk mendapatkan kebahagiaan abadi dalam diri kita. Keliatannya keren nih jurnalnya untuk menambah wawasan saya mengenai tasawuf, syahadat dan implikasi terhadap realitas lebih dalam lagi. terima kasih informasinya

    BalasHapus